Harap Jangan tersalah lagi. Inilah jenis-jenis sujud & cara yang betul melakukannya.


4 JENIS-JENIS SUJUD 

SUJUD SYUKUR
Sujud syukur adalah Sunnah Rasulullah Saw dan para shahabatnya ketika mendapatkan nikmat yang baru (nikmat yang sangat besar dari nikmat yang lain) atau ketika tercegah dari musibah/adzab yang besar.

DALILNYA
“Nabi Saw apabila datang kepadanya berita yg menggembirakannya, beliau tersungkur sujud kepada Allah”. (HR. Ahmad dalam Musnad-nya 7/20477, Abu Dawud 2774, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dalam Al Iqamah)

SYARAT-SYARATNYA
Sujud dilakukan langsung pada saat mendapatkan kenikmatan, tanpa berwudhu, tanpa takbir dan tidak mesti menghadap kiblat.

Imam Shan’ani menyatakan : “Tidak ada pada hadits-hadits tentang hal ini yg menunjukkan adanya syarat wudlu dan sucinya pakaian dan tempat”

Imam Syaukani menyepakati bahwa dalam sujud syukur tidak disyaratkan wudlu, suci pakaian dan tempat, juga tidak disyaratkan adanya takbir dan menghadap kiblat.

Abu Thayib mengatakan, tidak mensyaratkan menghadap kiblat ketika sujud ini. (Lihat Nailul Authar, juz 3 halaman 106)

WAKTUNYA
Waktu pelaksanaan sujud syukur itu tidak tertentu, asal tidak dikerjakan saat solat. Apabila dikerjakan saat solat, maka sholatnya batal.

Imam Yahya mengatakan pula : “Tidak ada sujud syukur dalam solat walaupun satu pendapat pun (tidak ada satupun dalil)”

BACAANNYA
Tidak terdapat hadis shahih yang menjelaskan bacaan tertentu untuk sujud syukur. Karena itu, para ulama menegaskan bacaan pada sujud syukur sama sebagaimana bacaan pada sujud dalam shalat. Seperti, subhaana rabbiyal a’laaa, atau yang lainnya, kemudian dilanjutkan dengan doa apapun yang dikendaki orang yang sujud.

SUJUD SAHWI
Sahwi maksudnya lupa sesuatu. Pengertian dari segi syara adalah terlupa sesuatu di dalam solat.

Sujud sahwi dikerjakan untuk menutup kecacatan dalam pelaksanaan s0lat karena: kelebihan, kekurangan dan ragu-ragu, baik karena jumlah rakatnya, rukunnya atau bacaannya.

Dilakukan sebanyak dua kali sujud. Bisa dilaksanakan sebelum salam setelah bacaan at-tahiyat atau selepas salam.

Untuk sebelum salam: dilakukan setelah membaca Tahiyat akhir, sebanyak dua kali sujud lalu salam.

Untuk selepas salam: sujud dilakukan sebanyak dua kali sujud dan kemudian memberi salam kembali.

Sedangkan bacaannya saat sujud, Ibnu Qudamah ra berkata, “Dan hendaklah dia membaca di dalam sujud (sahwi)-nya bacaan yang diucapkan di dalam sujud ketika shalat, karena sujud sahwi tersebut merupakan sujud yang disyariatkan serupa dengan sujud di dalam shalat”. (Al-Mughni, 2:432–433)

Terdapat riwayat yg tersebar di masyarakat tentang bacaan sujud sahwi, dgn lafaz, “Subhana man la yanamu wa la yashu (Mahasuci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa).”

Akan tetapi bacaan ini tidak ada dalilnya, baik dari Alquran, hadis Nabi saw, maupun perbuatan para sahabat. Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan, “Doa ini tidak ditemukan di kitab hadis mana pun”. (Lihat Talkhis Al-Khabir, 2:88)

Jadi, tidak ada doa khusus ketika sujud sahwi, sehingga bacaannya adalah sebagaimana bacaan sujud ketika shalat.

SUJUD TILAWAH
Tilawah artinya bacaan: jadi sujud tilawah adalah sujud bacaan. Apabila kita membaca sampai ayat tersebut, kita disunnahkan bersujud. Ayat tersebut disebut ayat sajdah dan sujudnya disebut sujud tilawah dan hukumnya sunnah.

Shahabat Abu Hurairah r.a. berkata: “Dulu kami bersujud bersama Rasulullah Saw. dalam surah ‘Idzas samaa un syaqqat’ dan ‘Iqraa bismi Rabbikalladzii khalaq’.” (HR. Muslim)

Menurut Imam Ahmad, ayat sajdah dalam Al-Quran itu ada 15, iaitu:

1. Surah al-A’raf: 206  2. Surah al-Ra’d: 15  3. Surah an-Nahl: 50  4. Surah al-Israa: 109  5. Surah Maryam: 58
6. Surah al-Hajj: 18  7. Surah al-Hajj: 77  8. Surah al-Furqan: 60  9. Surah an-Naml: 26  10. Surah as-Sajdah: 15
11. Surah Sad: 24  12. Surah Fussilat: 38  13. Surah an-Najm: 62  14. Surah al-Insyiqaq: 21  15. Surah al-‘Alaq: 19

Caranya: Apabila saat membaca Al-Quran sampai pada ayat sajdah tersebut, takbirlah (Allaahu Akbar) dan bersujudlah dengan khusuk sebanyak satu kali.

Kalau berada dalam solat, bertakbir langsung sujud tilawah, setelah itu, kembali berdiri meneruskan bacaan atau jika ayat tersebut merupakan akhir bacaan terus rukuk.

Adapun bacaan ketika sujud tilawah :

سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعُهُ وَبََصَرُهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ
Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wasawwa shaf’ahu wasarahu waquwwatihi

“Wajahku bersujud kepada Yang menciptakannya, membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya.”

Bacaan sujud tilawah diatas ada dua hadits yang menjelaskannya, yaitu hadits dari Aisyah dan Ibnu Abbas, tapi keduanya adalah hadits dho’if (lemah) sehingga tdk boleh diamalkan.Jadi, bacaan dalam sujud tilawah adalah sama dengan apa yang dibaca pada sujud ketika solat.

SUJUD DALAM SOLAT

Sujud adalah saat-saat terdekat kita dengan Allah SWT. Rasulullah saw, bersabda:

“Banyak-banyaklah bersujud kepada Allah! Sungguh, setiap kali engkau bersujud kepada-Nya, Allah akan mengangkat untukmu satu derajat dan menggugurkan satu kesalahan darimu”.

(HR. Muslim no. 488 dari shahabat Tsauban )

• Bacaan dalam sujud:

“Subhaana rabbiyal a’la wabihamdih” (3x atau lebih) Ertinya :(Mahasuci Tuhanku Yang Maha Tinggi

Atau boleh juga membaca :

“Subhaanakallaahumma rabbanaa wa bihamdika Allaahummaghfirlii” (1x)

(Mahasuci Engkau ya Allah, ya Tuhan kami, dengan memuji Engkau ya Allah, ampunilah aku)

• Tatacara Sujud :
1. Apabila sujud bertumpu pada kedua telapak tangan serta melebarkannya. 2. Jari jemari tidak rapat tidak pula renggang.  3. Hadapkan jari jemari ke kiblat.  4. Merapatkan kedua tangan sejajar dengan bahu atau meletakkan keduanya sejajar dengan telinga.  5. Mengangkat kedua lengan dari lantai dan tidak meletakkannya seperti cara anjing.  6. Menempelkan hidung dan dahi ke lantai.  7. Menempelkan kedua lutut ke lantai.  8. Demikian pula ujung-ujung jari kaki melipat.  9. Menegakkan kedua kaki.  10. Menghadapkan ujung-ujung jari ke qiblat.

11. Wajib berlaku tegak ketika sujud, yaitu tertumpu dengan seimbang pada semua anggota sujud yang terdiri dari : Dahi termasuk hidung, dua telapak tangan, dua lutut dan ujung-ujung jari kedua kaki.  12. Barangsiapa sujud seperti itu berarti telah thuma’ninah (Sempurna).  13. Menjadikan sujud sama panjang dengan ruku’.  14. Boleh sujud langsung di tanah, boleh pula dengan memakai alas seperti kain, permadani, tikar dan sebagainya.  15. Disukai untuk memperbanyak do’a saat sujud, karena saat itu termasuk saat dikabulkan do’a.  16. Tidak boleh membaca Al-Qur’an saat sujud. (Lalu bagaimana dengan doa yang berasal dari al-Qur’an? Nanti akan dibahas dikajian mendatang)

Kredit: doakajianislami